Senin, 2 November 2026Pusat Kode Referral dan Promo
Referal.ID
Pusat Kode Referral dan Promo

Saham GOTO Hadapi Tekanan Jual, BEI Kaji Batas Harga Rp1

Oleh Jaya Purnama · Oktober 1, 2026 · 4:48 pm
Dukung
Daftar Isi 3 bagian

Referal.id – Jakarta, saham GOTO berpotensi menghadapi tekanan jual apabila Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan rencana penurunan batas harga minimum dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

Kebijakan tersebut dapat membuka ruang bagi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk bergerak di bawah level gocap. Saat ini, saham GOTO berada di Rp50 dan telah bertahan pada level tersebut selama sekitar empat bulan sejak 5 Mei 2026.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan saham GOTO dapat menguji level Rp20-Rp30 setelah batas bawah Rp50 dicabut. Dalam skenario tekanan jual yang kuat, harganya bahkan berpotensi bergerak ke kisaran Rp10-Rp20.

Saham GOTO Berisiko Mengalami Tekanan Jangka Pendek

Menurut Nafan, penurunan batas minimum harga berpotensi meningkatkan volatilitas dan tekanan jual dalam jangka pendek. Namun, arah pergerakan berikutnya tetap bergantung pada keseimbangan pasokan dan permintaan, likuiditas, serta aksi investor besar.

Ia memberikan rekomendasi “NOT RATED” untuk GOTO. Nafan juga menyebut transaksi di pasar negosiasi yang berlangsung pada kisaran Rp23-Rp25 per saham dapat menjadi salah satu referensi dalam proses pembentukan harga atau price discovery.

Di sisi lain, kebijakan tersebut dapat membantu membentuk harga yang lebih mencerminkan kondisi pasar. Investor institusi maupun investor strategis nantinya memiliki ruang untuk menilai valuasi GOTO secara lebih rasional.

Floating Loss Telkomsel Dapat Meningkat

Penurunan harga GOTO di bawah Rp50 juga berpotensi memperbesar kerugian yang belum terealisasi bagi sejumlah pemegang saham. Telkomsel tercatat memiliki sekitar 23,72 miliar saham GOTO dengan harga perolehan sekitar Rp270 per saham.

Pada harga GOTO Rp50, selisih dengan harga perolehan mencapai sekitar Rp220 per saham. Berdasarkan perhitungan mark-to-market sederhana, potensi kerugiannya sekitar Rp5,22 triliun.

Jika harga turun ke Rp25, potensi kerugian tersebut meningkat menjadi sekitar Rp5,81 triliun. Sementara itu, apabila harga mencapai Rp20, nilainya diperkirakan sekitar Rp5,93 triliun.

Nafan menegaskan, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan jumlah saham dan harga perolehan yang dilaporkan. Nilai itu tidak serta-merta menjadi kerugian terealisasi sebelum saham dijual.

Antrean Jual GOTO Mencapai 400,46 Juta Lot

Tekanan jual terlihat dari antrean perdagangan saham GOTO. Berdasarkan data intraday BEI pada pukul 11.26 WIB, antrean jual tercatat sekitar 400,46 juta lot.

Besarnya antrean tersebut menunjukkan masih adanya kelebihan pasokan atau overhang supply. Jika batas minimum Rp50 dicabut, pemegang saham yang sebelumnya tertahan pada level tersebut dapat memiliki ruang untuk menjual di bawah harga gocap.

Meski demikian, fundamental perusahaan tetap menjadi faktor penting. GoTo membukukan laba bersih Rp608 miliar pada semester pertama 2026. Namun, prospek EBITDA sepanjang 2026 masih menghadapi tekanan sehingga perseroan melakukan penyesuaian terhadap panduan kinerja.

BEI masih menunda penerapan batas harga minimum Rp1 karena menunggu kesiapan delapan anggota bursa lainnya. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, sebanyak 83 anggota bursa telah siap setelah mengikuti dua kali uji coba perdagangan atau mock trading.

BEI masih berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap sebelum aturan tersebut diterapkan secara penuh. Karena itu, dampak langsung terhadap pergerakan saham GOTO masih bergantung pada keputusan final dan kondisi perdagangan setelah kebijakan berlaku.

Tag:

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.