Daftar Isi 3 bagian
referal.id – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki lima bank syariah berskala besar, termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Target itu diperkirakan tercapai paling lambat pada 2027.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya ingin melihat lebih banyak bank syariah yang skala usahanya mendekati BSI. Menurut dia, proses menuju target tersebut sedang berjalan. OJK memperkirakan realisasinya dapat tercapai pada 2026 atau 2027.
“Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI, dan itu sedang mengarah ke sana. Nanti insya Allah mungkin kalau tidak 2026, 2027 realisasinya itu mungkin sudah tercapai,” ujar Dian setelah seremoni peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) di Bali, Jumat (2/10/2026).
OJK paparkan jalur pembentukan bank syariah besar
OJK menyebut pembentukan bank syariah dengan skala usaha besar dapat ditempuh melalui sejumlah skema. Dua opsi yang disampaikan Dian adalah konversi penuh bank konvensional menjadi bank syariah dan pemisahan unit usaha atau spin-off.
Konversi penuh berarti bank konvensional beralih menjadi bank syariah. Sementara itu, spin-off merupakan pemisahan usaha yang dapat menghasilkan bank syariah tersendiri. OJK membuka kedua jalur tersebut sebagai bagian dari proses menuju lima bank dengan skala yang mendekati BSI.
Pernyataan OJK menunjukkan bahwa targetnya tidak hanya berkaitan dengan jumlah bank. Skala usaha juga menjadi perhatian, terutama bagi bank syariah yang terbentuk dari pemisahan usaha. Dian menegaskan, bank hasil spin-off yang memiliki skala kecil akan didorong untuk berkonsolidasi.
Bank hasil spin-off berskala kecil akan didorong merger
Menurut Dian, bank syariah hasil spin-off yang ukurannya dinilai kecil akan diwajibkan untuk bergabung dengan bank lain. Kebijakan tersebut, sebagaimana disampaikan OJK, menjadi bagian dari upaya menjaga agar bank hasil pemisahan tidak berhenti pada pembentukan entitas baru dengan skala usaha terbatas.
“Tapi yang pasti, kalau itu misalnya spin-off itu akan kecil, pasti akan kita wajibkan untuk merger, gitu, dengan bank lain,” kata Dian. Pernyataan itu menegaskan bahwa spin-off bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. OJK juga menyoroti langkah lanjutan apabila bank yang terbentuk belum memiliki skala usaha besar.
Dengan demikian, skema pembentukan bank dan konsolidasi dapat menjadi bagian dari arah yang disampaikan OJK. Namun, Dian menyebut prosesnya masih berlangsung dan menyampaikan 2026 atau 2027 sebagai perkiraan waktu tercapainya target. Ia tidak merinci bank mana saja yang akan masuk dalam kelompok tersebut.
BSI menjadi acuan skala usaha
BSI menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan menjadi pembanding dalam target OJK. Aset BSI tercatat naik 11,64% secara tahunan atau year on year (YoY), menjadi Rp456 triliun pada akhir 2025.
Angka tersebut memberi gambaran mengenai skala BSI yang disebut Dian sebagai acuan. Meski demikian, OJK menyampaikan targetnya dalam bentuk skala usaha yang mendekati BSI, bukan angka aset tertentu yang harus dicapai setiap bank. Informasi yang disampaikan juga belum merinci nama bank lain ataupun bentuk skema yang akan ditempuh masing-masing.
Target lima bank syariah itu mencakup BSI, sehingga arah yang disampaikan OJK adalah hadirnya lebih banyak bank dengan skala usaha yang mendekati bank tersebut. OJK memperkirakan target dapat terwujud paling lambat pada 2027, dengan konversi, spin-off, dan konsolidasi sebagai skema yang disebut dalam penjelasan Dian.




