Daftar Isi 8 bagian
Referal.id – Jakarta, cara mengetahui aplikasi aman menjadi hal penting di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital. Berbagai aktivitas kini berlangsung melalui aplikasi, mulai dari komunikasi, perbankan, investasi hingga belanja online.
Keamanan aplikasi perlu mendapat perhatian karena aplikasi yang tidak aman dapat membuka celah bagi pencurian data pribadi, malware, spyware, hingga pengambilalihan perangkat. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat fungsi atau popularitas sebuah aplikasi sebelum memasangnya.
Ada beberapa pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan sebelum dan setelah memasang aplikasi. Langkah tersebut mencakup pengecekan sumber unduhan, izin akses, ulasan pengguna, kebijakan privasi, serta perilaku aplikasi setelah terpasang.
Periksa Sumber Unduhan Aplikasi
Langkah pertama dalam cara mengetahui aplikasi aman adalah memeriksa tempat pengguna mengunduh aplikasi tersebut. Pengguna sebaiknya mengunduh aplikasi melalui platform resmi seperti Google Play Store, Apple App Store, atau situs resmi pengembang.
Platform resmi memiliki proses pemeriksaan sebelum aplikasi tersedia bagi pengguna. Namun, kondisi tersebut bukan berarti setiap aplikasi otomatis bebas dari risiko. Karena itu, pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan tambahan sebelum memberikan akses kepada aplikasi.
Sebaliknya, pengguna perlu lebih berhati-hati ketika menerima file aplikasi dari situs pihak ketiga, tautan pesan, atau email. Sumber yang tidak tepercaya dapat membawa aplikasi palsu, malware, atau spyware yang berpotensi mencuri informasi pengguna.
Periksa Izin Akses yang Diminta
Selain sumber unduhan, izin aplikasi juga memberikan gambaran mengenai kebutuhan akses sebuah aplikasi. Setiap aplikasi memang membutuhkan izin tertentu agar dapat menjalankan fungsinya. Namun, permintaan akses yang tidak berhubungan dengan fungsi utama perlu mendapat perhatian.
Misalnya, aplikasi kalkulator secara umum tidak membutuhkan akses ke lokasi, kontak, atau mikrofon. Jika aplikasi meminta akses yang tidak berkaitan dengan fungsi utamanya, pengguna sebaiknya mempertimbangkan kembali pemberian izin tersebut.
Pada perangkat Android, pengguna dapat membuka Pengaturan, memilih menu Aplikasi atau Manajemen Aplikasi, kemudian memilih aplikasi yang ingin diperiksa. Setelah itu, pengguna dapat membuka bagian Izin untuk melihat akses yang sudah diberikan.
Sementara itu, pengguna iPhone dapat membuka Pengaturan lalu memilih aplikasi yang ingin diperiksa. Pengguna kemudian dapat melihat izin seperti lokasi, mikrofon, kamera, dan kontak serta mengubahnya sesuai kebutuhan.
Baca Ulasan dan Rating Pengguna
Ulasan dan rating di toko aplikasi juga dapat membantu pengguna menilai sebuah aplikasi. Pengalaman pengguna lain terkadang memberikan gambaran mengenai masalah keamanan, privasi, iklan, atau kinerja yang muncul setelah aplikasi terpasang.
Perhatikan terutama ulasan yang membahas permintaan izin berlebihan, pencurian data, iklan mencurigakan, atau perilaku aplikasi yang tidak wajar. Banyak keluhan serupa dapat menjadi tanda agar pengguna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, pengguna juga perlu berhati-hati terhadap ulasan yang terlihat tidak alami. Ulasan yang sangat singkat, berulang, atau memiliki pola serupa belum tentu menggambarkan pengalaman pengguna secara objektif.
Periksa Kebijakan Privasi Aplikasi
Kebijakan privasi menjadi bagian penting ketika pengguna ingin mengetahui bagaimana sebuah aplikasi menangani data pribadi. Aplikasi yang transparan seharusnya menjelaskan jenis data yang mereka kumpulkan, cara penyimpanan, penggunaan data, serta kemungkinan pembagian data kepada pihak lain.
Karena itu, pengguna sebaiknya membaca kebijakan privasi sebelum memakai aplikasi yang mengelola informasi sensitif. Perhatikan apakah data yang dikumpulkan memang berkaitan dengan fungsi aplikasi atau justru mencakup informasi yang tidak diperlukan.
Aplikasi yang tidak menyediakan penjelasan privasi secara jelas juga perlu mendapat perhatian. Dengan memahami kebijakan tersebut, pengguna dapat mengetahui risiko sebelum memberikan data atau izin tertentu.
Perhatikan Perilaku Aplikasi Setelah Terpasang
Pemeriksaan keamanan tidak berhenti setelah aplikasi berhasil terpasang. Pengguna juga perlu memperhatikan perubahan pada perangkat setelah aplikasi mulai digunakan.
Beberapa kondisi dapat menjadi tanda bahwa pengguna perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya perangkat tiba-tiba melambat atau baterai cepat berkurang tanpa perubahan penggunaan yang jelas.
Selain itu, kemunculan iklan berlebihan saat aplikasi tidak digunakan dan penggunaan data internet yang tidak wajar juga perlu diperhatikan. Aktivitas semacam itu tidak selalu membuktikan adanya malware, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan keamanan.
- Perangkat tiba-tiba menjadi lambat tanpa alasan yang jelas.
- Baterai cepat habis meskipun penggunaan aplikasi tidak intensif.
- Iklan atau pop-up muncul secara berlebihan.
- Penggunaan data internet meningkat secara tidak wajar.
Jika kondisi tersebut muncul setelah pemasangan aplikasi tertentu, pengguna dapat menjalankan pemeriksaan menggunakan aplikasi keamanan atau antivirus. Selanjutnya, pengguna dapat menghapus aplikasi jika pemeriksaan menunjukkan risiko keamanan.
Kenali Ciri Aplikasi yang Tidak Aman
Pengguna dapat mengenali beberapa tanda yang patut mendapat perhatian sebelum memasang aplikasi. Tanda tersebut tidak selalu membuktikan bahwa aplikasi berbahaya, tetapi dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan pemeriksaan tambahan.
- Aplikasi meminta izin yang tidak relevan dengan fungsinya.
- Pengguna memberikan banyak ulasan negatif terkait keamanan atau privasi.
- Aplikasi berasal dari sumber unduhan yang tidak resmi.
- Aplikasi menampilkan iklan mencurigakan atau pop-up secara berlebihan.
- Aplikasi membuat perangkat melambat atau baterai cepat terkuras.
Dengan memperhatikan beberapa tanda tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko sebelum memberikan akses lebih jauh kepada aplikasi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Aplikasi Berbahaya?
Jika pengguna menemukan aplikasi yang mencurigakan, segera lakukan beberapa langkah untuk membatasi risiko. Pertama, hapus aplikasi tersebut dari perangkat agar aplikasi tidak lagi memiliki akses melalui instalasi yang bersangkutan.
Selanjutnya, pengguna perlu mempertimbangkan penggantian kata sandi akun yang mungkin terhubung dengan aplikasi tersebut. Langkah ini semakin penting jika aplikasi pernah memperoleh akses terhadap informasi akun atau data sensitif.
Pengguna juga dapat mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA. Fitur tersebut memberikan lapisan keamanan tambahan karena proses masuk membutuhkan verifikasi tambahan selain kata sandi.
Selain itu, pengguna dapat melaporkan aplikasi yang dianggap berbahaya melalui platform resmi tempat aplikasi tersebut tersedia. Laporan pengguna dapat membantu platform melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi yang bermasalah.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Keamanan Aplikasi
Pada akhirnya, cara mengetahui aplikasi aman tidak bergantung pada satu pemeriksaan saja. Pengguna perlu menggabungkan beberapa langkah, mulai dari memilih sumber unduhan yang tepercaya hingga memantau perilaku aplikasi setelah pemasangan.
Selain itu, pengguna sebaiknya tidak memberikan izin secara otomatis. Periksa setiap permintaan akses dan pastikan izin tersebut memang diperlukan untuk menjalankan fungsi aplikasi.
Pembaruan sistem dan aplikasi juga penting untuk menjaga keamanan perangkat. Pengguna dapat memperbarui perangkat lunak secara berkala agar perbaikan keamanan yang tersedia dapat diterapkan.
Dengan kebiasaan tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko pencurian data, malware, serta penyalahgunaan informasi pribadi. Karena itu, sedikit waktu untuk memeriksa aplikasi sebelum digunakan dapat membantu menjaga keamanan perangkat dan akun digital dalam jangka panjang.




