Daftar Isi 4 bagian
referal.id – Jakarta, Tim nasional Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2. Kedua tim bermain imbang 2-2 selama lebih dari 120 menit dalam final di Stadion Gelora Bung Karno.
Kemenangan ini mengakhiri penantian Indonesia untuk meraih trofi utama di kawasan Asia Tenggara. Garuda juga memutus catatan enam kali mencapai final tanpa pernah menjadi juara. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi sepak bola nasional.
Indonesia dan Thailand bermain imbang hingga babak pertama
Pelatih John Herdman memakai formasi 3-4-2-1 dan memasukkan Thom Haye untuk menggantikan Ivar Jenner. Lee Baker menjadi ujung tombak, didukung Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen. Indonesia mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.
Luke Vickery memperoleh peluang pada menit ketiga, tetapi kiper Thailand Saranon Anoin mampu memblok tendangannya. Delapan menit kemudian, Anoin kembali menggagalkan upaya Baker. Thailand berusaha keluar dari tekanan melalui serangan balik.
Indonesia menguasai bola hingga 68 persen pada babak pertama dan mencatat tujuh tembakan, dengan dua di antaranya tepat sasaran. Thailand membuat lima percobaan dan satu mengarah ke gawang. Menjelang turun minum, VAR memeriksa kemungkinan penalti untuk Thailand, tetapi wasit tidak menemukan pelanggaran. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Gol James dibalas Thailand, final berlanjut ke perpanjangan waktu
Memasuki babak kedua, Herdman menarik Haye dan memasukkan Dean James untuk memperketat area tengah. Thailand kemudian tampil lebih agresif. Setelah melewati menit ke-60, Herdman memasukkan Rizky Ridho dan Jenner, yang membantu Indonesia kembali menekan pertahanan lawan.
Indonesia memecah kebuntuan pada menit ke-84. James mencetak gol melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Pemain pengganti Iklas Sanron menyamakan skor untuk Thailand pada menit ke-87.
Kedua tim tetap imbang 1-1 setelah tambahan waktu tujuh menit, sehingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Herdman memasukkan Egi Maulana Vikri dan Shayne Pattinama untuk menambah daya serang. Thailand memilih bertahan lebih dalam, tetapi mampu menciptakan peluang lewat serangan balik.
Pada menit ke-111, Peeradol Chamratsamee membawa Thailand unggul 2-1 melalui tendangan yang mengarah ke gawang Emil Audero. Indonesia terus berusaha mengejar. Lima menit kemudian, Egi melewati lawan dari sisi kanan dan mengirim umpan silang. Kiper Thailand menepis bola, tetapi Baker menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup lewat adu penalti
Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Dalam adu penalti, seluruh eksekutor Indonesia berhasil menjalankan tugasnya, sedangkan dua penendang Thailand gagal menaklukkan Audero. Indonesia pun menang 4-2 dan memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
Gelar ini mengakhiri catatan Indonesia sebagai runner-up setelah enam kali mencapai final, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Kemenangan atas Thailand juga terasa khusus setelah Indonesia kalah dari lawan yang sama pada final Piala AFF 2000, 2002, dan 2016.
Gelar menjadi bekal menuju Piala Asia 2027
Keberhasilan tersebut menjadi modal bagi skuad asuhan Herdman untuk menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Indonesia dan Thailand akan kembali bertemu di Grup F, bersama Jepang dan Qatar. Pertemuan itu menghadirkan tantangan berbeda karena kedua tim juga harus menghadapi lawan-lawan kuat lainnya.
Bagi Garuda, gelar ini menunjukkan kemampuan tim melewati tekanan dalam pertandingan besar. Setelah meraih trofi di kawasan Asia Tenggara, perhatian beralih pada persiapan menuju Piala Asia 2027 dan upaya menjaga momentum positif.


