Daftar Isi 3 bagian
referal.id – Jakarta, BYD Racco mulai disiapkan untuk pasar di luar Jepang, terutama negara dengan konfigurasi setir kanan. Makau telah membuka pemesanan, sementara peluncuran resmi di Sri Lanka dijadwalkan pada 9 Oktober. Indonesia juga berpeluang menjadi tujuan, tetapi BYD menyatakan perlu melakukan studi lebih lanjut.
Racco merupakan kei car listrik yang debut di Jepang. BYD menghadirkan model tersebut untuk mengikuti selera pasar setempat. Sejak diluncurkan sekitar dua bulan sebelumnya, pemesanannya di Jepang telah mencapai lebih dari 2.000 unit.
Ekspansi ke luar Jepang menjadi langkah lanjutan bagi model tersebut. Namun, BYD belum menyebut semua pasar yang dipertimbangkan sebagai tujuan peluncuran. Perusahaan menyatakan masih mengevaluasi dan mempelajari permintaan Racco di negara lain. Karena itu, rencana ekspansi perlu dibedakan dari keputusan resmi untuk menjual mobil ini di suatu negara. Sejauh ini, Makau dan Sri Lanka menjadi pasar yang disebut dengan langkah peluncuran yang lebih konkret, sedangkan sejumlah negara lain masih berada dalam tahap pertimbangan.
BYD Racco mulai menyasar pasar setir kanan
Menurut laporan Carnewschina, BYD akan membawa Racco ke negara lain yang menggunakan konfigurasi setir kanan atau right-hand drive (RHD). Makau menjadi pasar awal di luar Jepang yang sudah membuka pemesanan. Adapun peluncuran resmi untuk konsumen di Sri Lanka dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober.
BYD memprioritaskan negara setir kanan dalam rencana ekspansi awal. Selain Makau dan Sri Lanka, Hong Kong dan Inggris turut masuk dalam daftar pasar yang dipertimbangkan. Meski demikian, pertimbangan tersebut belum berarti perusahaan telah memastikan penjualan Racco di negara-negara itu. Penyebutan suatu negara dalam daftar pasar potensial juga belum menjelaskan kapan mobil akan dipasarkan atau seperti apa spesifikasi yang akan ditawarkan.
Fokus pada negara setir kanan menunjukkan bahwa BYD sedang menilai pasar dengan konfigurasi kendaraan yang sejalan dengan rencana awalnya. Namun, informasi yang tersedia belum merinci bagaimana perusahaan akan menentukan urutan negara tujuan maupun waktu peluncurannya. Dengan demikian, kabar mengenai ekspansi menggambarkan arah penjajakan BYD, bukan jadwal peluncuran yang sudah berlaku untuk seluruh negara yang disebut.
Untuk Inggris, terdapat kemungkinan BYD melakukan penyesuaian pada jantung pacu Racco agar sejalan dengan model lain di kelasnya, yakni kei car Honda N-One. Informasi tersebut masih berupa peluang, bukan pengumuman mengenai spesifikasi final atau keputusan produksi untuk pasar Inggris. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai bentuk penyesuaian yang mungkin dilakukan.
Australia juga disebut sebagai salah satu pasar yang dipertimbangkan. Permintaan mobil listrik di negara itu tengah bertumbuh, di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu maupun rencana pemasaran Racco di Australia. Penyebutan Australia sebagai pasar potensial juga tidak dapat disamakan dengan pembukaan pemesanan di Makau atau jadwal peluncuran di Sri Lanka.
China belum masuk pertimbangan peluncuran
Di tengah rencana ekspansi ke sejumlah negara, BYD justru tidak mempertimbangkan China sebagai pasar Racco. Pasar mobil listrik mungil di negara tersebut telah diisi produk lain dengan harga kompetitif, termasuk Changan Lumin dan Wuling Mini EV. Dengan kondisi itu, arah ekspansi yang dibicarakan perusahaan saat ini lebih tertuju pada sejumlah pasar di luar China.
Situasi tersebut berbeda dengan rencana BYD untuk mengevaluasi pasar setir kanan di luar Jepang. Perusahaan belum mengumumkan perubahan spesifikasi secara menyeluruh untuk berbagai negara. Untuk saat ini, informasi yang tersedia menunjukkan bahwa ekspansi masih dipelajari dan prioritas awalnya tertuju pada negara dengan konfigurasi setir kanan. Perbedaan antara pasar yang telah membuka pemesanan dan pasar yang baru dipertimbangkan menjadi penting untuk melihat sejauh mana rencana tersebut berjalan.
Racco juga disebut sebagai kei car pertama buatan pabrikan China yang meraih kesuksesan di Jepang. Angka pemesanan lebih dari 2.000 unit sejak peluncurannya menjadi salah satu gambaran respons konsumen di pasar tersebut. Meski demikian, angka itu belum menjelaskan seberapa besar permintaan di negara lain. Respons di Jepang dapat menjadi bahan pertimbangan BYD, tetapi perusahaan masih menyatakan perlu mempelajari pasar lain sebelum mengambil keputusan.
Peluang BYD Racco masuk Indonesia masih perlu dikaji
BYD Indonesia tidak menutup kemungkinan membawa Racco ke Tanah Air. Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia, menyebut model tersebut merupakan buatan langsung BYD dan sangat mungkin dibawa ke Indonesia. Pernyataan ini membuka peluang bagi konsumen Indonesia untuk mengenal model tersebut, tetapi belum memastikan kapan atau apakah penjualan akan dilakukan.
“(Racco) buatan BYD langsung, sangat mungkin untuk dibawa ke Indonesia,” kata Luther T. Panjaitan beberapa waktu lalu. Ia juga menjelaskan bahwa Racco memantik antusiasme konsumen yang cukup tinggi sejak meluncur di Jepang.
Pernyataan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa Racco akan segera dijual di Indonesia. BYD masih memerlukan studi lebih lanjut, antara lain karena kei car belum pernah dijual secara resmi di dalam negeri. Dengan demikian, peluang masuknya model ini tetap terbuka, tetapi keputusan akhirnya belum diumumkan. Kajian tersebut menjadi tahapan yang perlu dilalui sebelum kemungkinan membawa Racco berubah menjadi rencana penjualan yang pasti.
Pengalaman Racco di Jepang dan penjajakan di negara setir kanan lain memberi konteks bagi rencana tersebut, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Indonesia akan menjadi tujuan berikutnya. BYD masih harus menentukan apakah pasar dalam negeri masuk dalam rencana yang sesuai bagi model ini. Sampai ada pengumuman lanjutan, status Racco di Indonesia tetap berupa peluang yang sedang dipelajari.
Jika kelak dipasarkan di Tanah Air, Racco akan menjadi kei car bertenaga listrik pertama yang dijual kepada pelanggan di Indonesia. Namun, kepastian tersebut bergantung pada hasil kajian BYD dan keputusan perusahaan mengenai pasar yang akan menerima model ini setelah Jepang. Untuk sekarang, perusahaan belum menetapkan waktu penjualan maupun memastikan Racco masuk ke Indonesia.




